PUNCAK CIREMAI

PUNCAK CIREMAI

Kamis, 19 April 2012

Protein

PROTEIN

1.  DEFINISI PROTEIN
Protein (asal kata protos dari bahasa Yunani yang berarti "yang paling utama")
Definisi umum
semua sel makhluk hidup dan virus adalah senyawa organik kompleks berbobot molekul tinggi yang merupakan polimer dari monomer-monomer asam amino yang dihubungkan satu sama lain dengan ikatan peptida. Molekul protein mengandung karbon (C), hidrogen (H), oksigen(O), nitrogen (N) dan kadang kala sulfur(S)serta fosfor. Protein berperan penting dalam struktur dan fungsi  semua sel makhluk hidup dan virus.
Protein dapat bersumber dari tumbuhan maupun hewan, seperti susu, daging, ikan, telur, kacang-kacangan, ketang dan tumbuhan berbiji. Protein hewani umumnya memiliki semua asam amino esensial sedang protein nabati tidak, oleh sebab itu protein nabati hanya mampu memelihara jaringan tubuh dan protein hewani mampu memelihara jaringan tubuh dan pertumbuhan.

2.     SIFAT-SIFAT PROTEIN
·       Sifat protein tergantung dari jumlah dan susunan asam amino yang menyusun molekul protein.
·       Sifat protein juga ditentukan oleh bagaimana polipeptida terikat satu dengan yang lainnya.


3.     KLASIFIKASI
Klasifikasi berdasarkan komposisinya:
·         Simple protein.
·         Conjugated protein
Klasifikasi berdasarkan bentuk molekulnya:
·         Globular protein.
·         Fibrous protein.
Klasifikasi berdasarkan kelarutannya:
·         Larut dalam air suling
·         Tidak larut dalam air suling tetapi larut dalam air garam
·         Tidak larut dalam air suling dan alkohol tetapi larut dalam pelarut-pelarut asam maupun basa
·         Tidak larut dalam air
Klasifikasi berdasarkan fungsinya:
·         Struktural protein.
·         Kontraktil protein
·         Enzim
·         Hormon
·         Antibodi
4.     FISIOLOGI BIOLOGI
1.     Fungsi umum:
a.       Enzyme = ribbonuklease
b.      Cadangan = ovalbumin, Feritin.
c.       Pengangkut = ceruplasmin, hemoglobin, isoprotein
d.      Karboksil = mypsin, actin.
e.       Pertahanan = antibodi, complement, fibrinogen.
f.       Toxin = toxin difteria, racun ular.
g.      Hormone = insulin, growth hormon.

2.  Fungsi protein:
·      Membentuk jaringan/ bagian tubuh lain
·      Pertumbuhan (bayi, anak, pubertas)
·      Pemeliharaan (dewasa)
·      Membentuk sel darah
·      Membentuk sel hormon, enzym, antibody, dll
·      Memberikan tenaga.

3.  Fungsi protein dalam tubuh:
Dalam tubuh kita protein mempunyai beberapa fungsi antara lain :
a.    Bahan enzim untuk mengkatalisi reaksi-reaksi biokimia misalnya tripsin
b.    Protein cadangan disimpan dalam beberapa bahan sebagai cadangan makanan misalnya da;am lapisan aleuron (biji jagung) , ovalbumin (putih telur).
c.    Protein transport , mentransfer zat-zat atau unsure-unsur tertentu misalnya hemoglobin untuk mengikat O2.
d.   . Protein kontraktil , untuk kontraksi jaringan tertentu, misalnya myosin untuk kontraksi otot.
e.    Protein pelindung, melindungi tubuh terhadap zat-zat asing, misalnya antibody yang mengadakan perlawanan terhadap masuknya molekul asing (antigen) ke dalam tubuh.
f.     Toksin , merupakan racun yang berasal dari hewan, tumbuhan, misalnya bisa ular.
g.    Hormone merupakan protein yang berfungsi sebagai pengatur proses dalam tubuh, misalnya hormone insulin, pada hewan hormone auksin dan gibberellins pada tumbuhan.
h.    Protein structural, merupakan protein yang menyusun struktur sel, jaringan dan tubuh organism hidup misalnya glikoprotein untuk dinding sel, keratin untuk rambut dan bulu.

4.  Sumber protein
Berdasarkan sumbernya, protein ada dua macam yatu :
a.    Protein hewani , yaitu protein yang berasal dari hewan contohnya daging, ikan, telur.
b.    Protein nabati , yaitu protein yang berasal dari tumbuh-tumbuhan contohnya kacang-kacangnya.

5.  Metabolisme protein

Metabolisme (bahasa Yunani: metabolismos, perubahan) adalah semua reaksi kimia yang terjadi di dalam organisme, termasuk yang terjadi di tingkat selular.

·         Secara umum, metabolisme memiliki dua arah lintasan reaksi kimia organik,
·         katabolisme, yaitu reaksi yang mengurai molekul senyawa organik untuk mendapatkan energi
·         anabolisme, yaitu reaksi yang merangkai senyawa organik dari molekul-molekul tertentu, untuk diserap oleh sel tubuh.
·         Kedua arah lintasan metabolisme diperlukan setiap organisme untuk dapat bertahan hidup. Arah lintasan metabolisme ditentukan oleh suatu senyawa yang disebut sebagai hormon, dan dipercepat (dikatalisis) oleh enzim. Pada senyawa organik, penentu arah reaksi kimia disebut promoter dan penentu percepatan reaksi kimia disebut katalis.
·         Pada setiap arah metabolisme, reaksi kimiawi melibatkan sejumlah substrat yang bereaksi dengan dikatalisis enzim pada jenjang-jenjang reaksi guna menghasilkan senyawa intermediat, yang merupakan substrat pada jenjang reaksi berikutnya. Keseluruhan pereaksi kimia yang terlibat pada suatu jenjang reaksi disebut metabolom. Semua ini dipelajari pada suatu cabang ilmu biologi yang disebut metabolomika.
·         Protein disusun atas unsure karbon (C ), hydrogen (H), oksigen dan kadang-kadang ada unsure phosphor (P) dan sulfur (S).
·         Para ahli berpendapat, makanan berprotein dapat meningkatkan kewaspadaan mental dan energi. Protein mengandung tyrosine, sebuah asam amino yang meningkatkan senyawa kimia otak yaitu dopamine dan norepinephrine. Senyawa tersebut meningkatkan kepuasan juga. Memakan protein nabati atau hewani –sebutir telur atau sereal berprotein tinggi untuk sarapan, 10 butir kacang almond menjelang siang, secangkir yogurt rendah gula di siang hari– maka stamina Anda akan stabil.
6.    Pembentuk protein:
·         Protein dibentuk dari asam amino yaitu :
a. Asam amino esensial yaitu asam amino yang tidak dapat dibentuk oleh tubuh yang berjumlah 8 yaitu isoleusin, leusin, lisin, metionin, valin, triptofan, tronin dan fenilanin.
b. Asam amino non esensial yaitu asam amino yang dapat disintesis oleh tubuh yaitu alanin, asparagin, glisin, glutamine dan prolin.

5.     PENYAKIT AKIBAT KEKURANGAN DAN KELEBIHAN PROTEIN
·     Kekurangan
Diantara kelaparan yang berat dan nutrisi yang cukup, terdapat tingkatan yang bervariasi dari nutrisi yang tidak memadai, seperti kurang kalori protein (kkp), yang merupakan penyebab kematian pada anak-anak di negara-negara berkembang. pertumbuhan yang cepat, adanya infeksi, cedera atau penyakit menahun, dapat meningkatkan kebutuhan akan zat-zat gizi, terutama pada bayi dan anak-anak yang sebelumnya telah menderita malnutrisi. Kurang kalori protein disebabkan oleh konsumsi kalori yang tidak memadai, yang mengakibatkan kekurangn protein dan mikronutrisi (zat gizi yang diperlukan dalam jumlah sedikit, misalnya vitamin dan mineral). Terdapat tiga jenis kkp, yaitu:
Kkp Kering : Jika seseorang tampak kurus dan mengalami dehidrasi. Kkp kering disebut marasmus, merupakan akibat dari kelaparan yang hampir menyeluruh. Seorang anak yang mengalami marasmus, mendapatkan sangat sedikit makanan. Badannya sangat kurus akibat hilangnya otot dan lemak tubuh.
Jika anak mengalami cedera atau infeksi yang meluas, prognosanya buruk dan bisa berakibat fatal.
Kkp Basah : Jika seseorang tampak membengkak karena tertahannya cairan. Kkp basah disebut kwashiorkor, yang dalam bahasa afrika berarti 'anak pertama-anak kedua'. Istilah tersebut berdasarkan pengamatan bahwa anak pertama menderita kwashiorkor ketika anak kedua lahir dan menggeser anak pertama dari pemberian asi ibunya. Anak pertama yang telah disapih tersebut mendapatkan makanan yang jumlah zat gizinya lebih sedikit bila dibandingkan dengan asi, sehingga tidak tumbuh dan berkembang. Kekurangan protein pada kwashiorkor biasanya lebih jelas dibandingkan dengan kekurangan kalori, yang mengakibatkan: tertahannya cairan (edema), penyakit kulit dan perubahan warna rambut. Anak yang menderita kwashiorkor biasanya telah menjalani penyapihan, sehingga usianya lebih besar daripada anak yang menderita marasmus.
Kkp Menengah : jika seseorang berada dalam kondisi diantara kkp kering dan kkp basah. Kkp menengah disebut marasmik-kwashiorkor.
Anak-anak yang menderita kkp ini menahan beberapa cairan dan memiliki lebih banyak lemak tubuh dibandingkan dengan penderita marasmus.
Tubuh menghancurkan/memecahkan jaringannya sendiri untuk digunakan sebagai kalori:
1.      cadangan karbohidrat yang disimpan dalam hati habis terpakai
  1. protein di otot dipecah untuk menghasilkan protein baru
  2. cadangan lemak dipecah untuk menghasilkan kalori.

Sebagai akibatnya seluruh tubuh mengalami penyusutan. Pada kwashiorkor, tubuh hanya mampu menghasilkan sedikit protein baru. akibatnya kadar protein dalam darah menjadi berkurang, menyebabkan cairan terkumpul di lengan dan tungkai sebagai edema.

kadar kolesterol juga menurun dan terjadi perlemakan pada hati yang membesar (pengumpulan lemak yang berlebihan di dalam sel-sel hati). Kekurangan protein akan menganggu: pertumbuhan badan, sistem kekebalan, kemampuan untuk memperbaiki kerusakan jaringan, produksi enzim dan hormon.
Pada marasmus dan kwashiorkor sering terjadi diare. perkembangan tingkah laku pada anak yang menderita malnutrisi berat sangat lambat dan bisa terjadi keterbelakangan mental. Biasanya anak yang menderita marasmus tampak lebih sakit daripada anak yang lebih tua yang menderita kwashiorkor.
• Kelebihan
Protein secara berlebihan tidak menguntungkan bagi tubuh. Makanan yang tinggi protein biasanya tinggi lemak sehingga dapat dapat menyebabkanobesitas.
Kelebihan protein tidak baik, karena dapat mengganggu metabolisme protein yang berada di hati. Ginjal pun akan terganggu tugasnya, karena bertugas membuang hasil metabolisme protein yang tidak terpakai.
Malah kalo kadar protein terlalu tinggi bisa-bisa kalsium keluar dari tubuh. Ini kan bisa jadi penyebab osteoporosis.
Karena protein merupakan makanan pembentuk asam, kelebihan asupan protein akan meningkatkan kadar keasaman tubuh, khususnya keasaman darah dan jaringan. Kondisi ini disebut asidosis. Gangguan pencernaan, seperti kembung, sakit mag, sembelit, merupakan gejala awal asidosis.

contoh surat kuasa


SURAT KUASA



Yang bertanda tangan di bawah ini :
Nama :
Tempat/Tgl. Lahir :
Tanda Pengenal : KTP/SIM No. ..
Alamat :



Memberikan kuasa pengambilan gaji untuk bulan ……….. dikarenakan orang
yang bersangkutan Nama : ……….mengalami halangan (sakit), oleh sebab itu
saya memberikan kuasa kepada :

Nama :
Tempat/Tgl. Lahir :
Tanda Pengenal : KTP/SIM No. ..
Alamat :


Demikian Surat Kuasa ini dibuat, untuk dapat dipergunakan sebagaimana
mestinya.




……………………………., 2011
.
Penerima Kuasa
Matere
Rp6.000,-
(Nama Pemberi Kuasa)

Pemberi Kuasa


( Nama penerima Kuasa)




pengertian ekologi


1.Pengertian ekologi
Ekologi adalah ilmu yang mempelajari interaksi antara organisme dengan lingkungannya dan yang lainnya. Berasal dari kata Yunani oikos (“habitat”) dan logos (“ilmu”). Ekologi diartikan sebagai ilmu yang mempelajari baik interaksi antar makhluk hidup maupun interaksi antara makhluk hidup dan lingkungannya. Dalam ekologi, kita mempelajari makhluk hidup sebagai kesatuan atau sistem dengan lingkungannya.
2. hubungan ekologi dengan ilmu alam
  1. Ilmu Fisika berperan karena dalam ekologi faktor fisik seperti: sinar matahari, perubahan suhu, daya serap tanah, hujan dan lain-lain terlibat.
  2. Ilmu Kimia berperan karena dalam ekologi proses kimia seperti sintesis dan analisis kimiawi dalam tubuh dan di luar tubuh, makhluk hidup merupakan bagian yang penting.
  3. Ilmu Bumi dan Antariksa juga berperan karena ekologi berkaitan dengan berbagai proses yang dipengaruhi oleh peristiwa-peristiwa siang-malam, musim kemarau dan musim hujan, musim panas-gugur-salju-dan semi, gravitasi, endapan aluvial, vulkanik, erosi, abrasi, sedimentasi, marin, dan lain-lain.
3.hubungan ekologi dengan ilmu social.
Ekologi merupakan disiplin baru dari biologi yang merupakan mata rantai fisik serta proses biologi yang menjembatani antara ilmu alam dan ilmu sosial.
dimana setiap orang dituntut untuk hemat dalam penggunaan sumber daya, hemat energi, dan dapat mengurangi pencemaran tanah, air, udara, yang merupakan masalah lingkungan sedunia (globalisasi lingkungan)
4.hubungan ekologi dengan ilmu agama islam.
Manusia diciptakan Tuhan sebagai makhluk yang memiliki banyak keistimewaan dibanding dengan makhluk   lainnya. Manusia dibekali dengan kelebihan akal dan pikiran.
Manusia sebagai bagian dari alam semesta dan berbekal akal dan pikirannya saat ini
sebagian  telah  menjadi  monster  bagi  dirinya  sendiri,  makhluk  lain  dan  lingkungannya.
Kegiatan-kegiatan untuk mensejahterakan dirinya justru menjadi malapetaka.
 Penggunaan pestisida  untuk  meningkatkan  hasil  panen  meninggalkan  residu  yang  karsinogenik  dan membunuh banyak mahluk hidup lain bukan sasaran, penebangan hutan, penggunaan unsur radioaktif , penggunaan bahan-bahan kosmetik, pengharum, pembangunan industi, pembangunan perumahan dan lain-lain justru menjadi boomerang bagi manusia itu sendiri.
Menguasai Saintek dan knowledge bagi manusia adalah merupakan kewajiban, tetapi
pengetahuan  dan  ilmu  tersebut  harus  benar-benar  diperuntukan  bagi  kesejahteraan  alam
semesta beserta isinya.   Terjadinya bencana alam akhir-akhir ini hanyalah bentuk peringatan Tuhan bagi umat manusia agar manusia kembali ke jalan yang benar.
Q.S. Ar Ruum ayat 41 “Telah  nampak  kerusakan  di  darat  dan  di  laut  akibat  perbuatan  tangan  manusia,  Allah menunjukkan kepada mereka sebagian dari akibat perbuatan mereka agar mereka kembali ke jalan yang benar”
Maka aplikasi ilmu ekologi dengan prinsip-prisip dasarnya apabila   dipergunakan secara
benar dan bertanggungjawab sebenarnya dapat memperbaiki segala kerusakan yang telah
terjadi dan mencegah terulangnya peristiwa-peristiwa yang sangat tidak diinginkan
.
Ekologi  memandang  mahluk  hidup  sesuai  dengan  perannya  masing-masing  dan memandang individu dalam species menjadi salah satu unsur terkecil di alam. Semua mahluk hidup  di  alam  memiliki  peran  yang  berbeda  dalam  menyusun  keharmonisan  irama keseimbangan sebagaimana firman Tuhan dalam Q.S Al Hijr ayat 19 -21:
“Kami telah hamparkan bumi dan menjadikan padanya gunung-gunung dan Kami tumbuhkan
segala  sesuatu  menurut  ukuran.  Dan  Kami  telah  jadikan  untukmu  di  bumi  keperluan-
keperluan hidup, dan Kami ciptakan pula makhluk-makhluk yang kamu sekali-sekali bukan
pemberi  rizki  kepadanya.  Dan  tidak  ada  sesuatupun  melainkan  kepada  sisi  Kami-lah
khasanahnya dan Kami tidak menurunkannya melainkan dengan ukuran yang tertentu
”
5.kenapa semakin tinggi permukaan tanah, suhu, dan kadar oksigennya semakin rendah?

Karena pada permukaan yang tinggi seperti daerah pegunungan pantulan sinar matahari yang menyentuh ke permukaan bumi semakin berkurang karena banyaknya  pohon sehinnga efek  yang di timbulkan dari pantulan sinar matahari  tadi sedikit dan  mengakibatkan suhu semakin rendah, Berbeda dengan permukaan tanah yang rendah pantulan sinar matahari dapat kita rasakan secara langsung sehingga suhunya lebih tinggi.

pengertian guru


Pengertian Guru

Dalam proses belajar mengajar guru adalah orang yang memberikan pelajaran. Dalam kamus bahasa Indonesia, guru diartikan “orang yang kerjanya mengajar”. (Purwanarminta, 1984: 335) Guru adalah salah satu komponen manusiawi dalam proses belajar mengajar, yang ikut berperan serta dalam usaha pembentukan sumber daya manusia yang potensial di bidang pembangunan”. 
(Sardiman, 2001:123)  Guru adalah semua orang yang berwenang dan bertanggung jawab terhadap pendidikan murid-murid, baik secara individual maupun secara klasikal, baik di sekolah maupun di luar sekolah” (Djamarah, 1994:33). Pada  sisi lain , Djamarah berpendapat “guru adalah semua orang yang berwenang dan bertanggung jawab untuk membimbing dan membina anak didik, baik secara individual maupun klasikal di sekolah maupun di luar sekolah” (Djamarah, 2000:32).
Latar belakang pendidikan seorang guru dari guru lainnya terkadang tidak sama dengan pengalaman pendidikan yang pernah dimasuki selama jangka waktu tertentu. Perbedaan latar belakang pendidikan akan mempengaruhi kegiatan guru dalam melaksanakan kegiatan interaksi belajar mengajar. Tetapi, karena banyaknya guru   yang dibutuhkan di madrasah-madrasah maka latar belakang pendidikan seseorang seringkali tidak dipertimbangkan.
Terkait dengan pendapat di atas, Ametembun (1994 :33) mengemukakan bahwa “Guru adalah semua orang yang berwenang dan bertanggung jawab terhadap pendidikan murid-murid, baik secara individual maupun klasikal, baik di sekolah maupun luar sekolah”. Ini berarti bahwa seorang guru, minimal harus memiliki dasar-dasar kompetensi sebagai wewenang dan kemampuan dalam menjalankan tugas. Berdasarkan uraian di atas, dapatlah dipahami bahwa kompetensi guru merupakan suatu kemampuan yang mutlak dimiliki oleh seorang guru, baik dari segi pengetahuan, keterampilan dan kemampuan serta tanggung jawab terhadap murid-murid yang di asuhnya,sehingga tugasnya sebagai seorang pendidik dapat terlaksana dengan baik.

Kompetensi Guru
“Kompetensi berasal dari bahasa inggris, yakni “Competency” yang berarti kecakapan, kemampuan. Menurut kamus besar bahasa Indonesia, kompetensi adalah kewenangan (kekuasaan) untuk menentukan (memutuskan) sesuatu” (Djamarah, 1994 : 33).
Untuk mendapat pengertian dan pengetahuan mengenai kompetensi guru ini, pembahasan berikut akan membahas sepuluh kompetensi profesional guru yang harus dimiliki dan bahkan dikuasi dalam dalam rangka menjalankan tugasnya sebagai pengajar.
Dalam hal inilah guru perlu mengetahui dan memahami kompetensi sebagai guru dengan segala seluk beluknya. Kompetensi guru yang dikatakan sebagai modal dalam pengelolaan pendidikan dan pengajaran banyak macamnya. Secara garis besar dapat di lihat dari dua segi yaitu dari segi kompetensi pribadi dan dari kompetensi profesional. Adapun macam-macam kompetensi tersebut ialah:
  1. Mengembangkan kepribadian.
  2. Berintraksi dan berkomunikasi.
  3. Melaksanakan bimbingan dan penyuluhan.
  4. Melaksanakan administrasi sekolah.
  5. Melaksanakan penelitian sederhana untuk keperluan pengajaran.
  6. Menguasi landasan kependidikan.
  7. Menguasi bahan pengajaran.
  8. Menyusun program pengajaran.
  9. Melaksanakan program pengajaran.
10.  Menilai hasil dan proses belajar mengajar yang telah dilaksanakan.
(Usman, 1999: 16)
Kalau kompetensi berarti kemampuan atau kecakapan, maka hal ini erat kaitannya dengan pemilikan pengetahuan, kecakapan atau keterampilan sebagai guru. Dengan demikian, tidaklah berbeda dengan kemampuan kompetensi yang dikemukakan oleh abdul kadir Munsyi (1994 : 33).
Yang mengatakan bahwa “Kompetensi sebagai suatu tugas yang memadai atau memiliki pengetahuan, keterampilan dan kemampuan yang dituntut oleh jabatan seseorang”.
Tugas Guru Sebagai seorang pendidik yang memahami fungsi dan tugasnya, guru khususnya ia dibekali dengan berbagai ilmu keguruan sebagai dasar, disertai pula dengan seperangkat latihan keterampilan keguruan dan pada kondisi itu pula ia belajar memersosialisasikan sikap keguruan yang diperlukannya. Seorang yang berpribadi khusus yakni ramuan dari pengetahuan sikap danm keterampilan keguruan yang akan ditransformasikan kepada anak didik atau siswanya.
Guru yang memahami fungsi dan tugasnya tidak hanya sebatas dinding sekolah saja, tetapi juga sebagai penghubung sekolah dengan masyarakat yang juga memiliki beberapa tugas menurut Rostiyah (dalam Djamarah, 2000 : 36)
mengemukakan bahwa fungsi dan
tugas guru profesional adalah :
  1. Menyerahkan kebudayaan kepada anak didik berupa kepandaian, kecakapan dan pengalaman-pengalaman.
  2. Membentuk kepribadian anak yang harmonis sesuai cita-cita dan dasar negara kita Pancasila.
  3. Menyiapkan anak menjadi warga negara yang baik sesuai dengan Undang-Undang Pendidikan yang merupakan keputusan MPR No. 2 Tahun 1983.
  4. Sebagai prantara dalam belajar.
  5. Guru adalah sebagai pembimbing untuk membawa anak didik ke arah kedewasaan. Pendidik tidak maha kuasa, tidak dapat membentuk anak menurut kehendak hatinya.
  6. Guru sebagai penghubung antara sekolah dan masyarakat.
  7. Sebagai penegak disiplin. Guru menjadi contoh dalam segala hal, tata tertib dapat berjalan apabila guru menjalaninya terlebih dahulu.
  8. Sebagai adminstrator dan manajer Guru sebagai perencana kurikulum.
  9. Guru sebagai pemimpin.
  10. Guru sebagai sponsor dalam kegiatan anak-anak.
Seorang guru baru dikatakan sempurna jika fungsinya sebagai pendidik dan juga berfungsi sebagai pembimbing. Dalam hal ini pembimbing yang memiliki sarana dan serangkaian usaha dalam memajukan pendidikan. Seorang guru menjadi pendidik yang sekaligus sebagai seorang pembimbing. Contohnya guru sebagai pendidik dan pengajar sering kali akan melakukan pekerjaan bimbingan, seperti bimbingan belajar tentang keterampilan dan sebagainya dan untuk lebih jelasnya proses pendidikan kegiatan mendidik, mengajar dan membimbing sebagai yang tidak dapat dipisahkan.
Membimbing dalam hal ini dapat dikatakan sebagai kegiatan menuntun anak didik dalam perkembanganya dengan jelas memberikan langkah dan arah yang sesuai dengan tujuan pendidikan.
Sebagai pendidik guru harus berlaku membimbing dalam arti menuntun sesuai dengan kaidah yang baik dan mengarahkan perkembangan anak didik sesuai dengan tujuan yang dicita-citakan, termasuk dalam hal ini yang terpenting ikut memecahkan persoalan-persoalan dan kesulitan-kesulitan yang dihadapi anak didik. Dengan demikian diharapkan menciptakan perkembangan yang lebih baik pada diri siswa, baik perkembangan fisik maupun mental.
Dari uraian di atas secara rinci peranan guru dalam kegiatan belajar mengajar dapat disebutkan sebagai berikut :
1.   Fasilitator
Sebagai fasilitator guru hendaknya dapat menyediakan fasilitas yang memungkinkan kemudahan kegiatan belajar mengajar.
2.   Motivator
Sebagai motivator guru hendaknya dapat mendorong anak didik agar bergairah dan aktif belajar.
3.   Informator
Sebagai informator guru harus dapat memberikan informasi perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi selain sejumlah bahan pelajaran untuk setiap mata pelajaran yang diprogramkan dalam kurikulum.
4.   Pembimbing
Peran guru yang tidak kalah pentingnya dari semua peran yang telah disebutkan di atas adalah sebagai pembimbing.
5.   Korektor
Sebagai korektor guru harus bisa membedakan mana nilai yang baik dan buruk.
6.   Inspirator
Sebagai inspirator guru harus dapat membedakan ilham yang baik bagi kemajuan anak didik.
7.   Organisator
Sebagai organisator adalah sisi lain dari peranan yang diperlukan oleh guru dalam bidang ini memiliki kegiatan pengelolaan kegiataan akademik dan lain sebagainya.
8.   Inisator
Sebagai inisiator guru harus dapat menjadi pencetus ide-ide kemajuan dan pendidikan dalam pengajaran.
9.   Demonstrator
Dalam interaksi edukatif, tidak semua bahan pelajaran anak didik pahami.

10.  Pengelolaan kelas
Guru hendaknya dapat mengelola kelas dengan baik karena kelas adalah tempat terhimpun semua anak didik dan guru dalam rangka menerima bahan pelajaran dari guru.
11.   Mediator
Guru hendaknya memiliki pengetahuan dan pemahaman yang cukup tentang media pendidikan dalam berbagai bentuk dan jenisnya baik media non material maupun material.
12.   Supervisor
Guru hendaknya dapat membantu memperbaiki dan menilai secara kritis terhadap proses pengajaran.
13.   Evaluator
Guru dituntut untuk menjadi evaluator yang baik dan jujur dengan memerikan penilaian yang menyentuh aspek intrinsik dan ekstrinsik.




Dafta Pustaka Pengertian Guru
Djamarah, S.B., 1994. Prestasi Belajar dan Kompetensi Guru, Surabaya.Usahan Nasional.
Kunandar, Spd., M.Si. 2007. Guru Profesional. Jakarta. PT Raja Grafindo Persada.
Purwadarmintly, W.J.S., 1984. Kamus Umum Bahasa Indonesia. Jakarta. Balai Pustaka.
Sardiman, 2001 Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar. Jakarta. Rajawali.
Usman. U.M, 2004.Menjadi Guru Profesional.  Bandung. Remaja Rosdakarya.

koplakers