PUNCAK CIREMAI

PUNCAK CIREMAI
Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan

Jumat, 01 Maret 2013

BERSETUBUH LEWAT DUBUR PICU KANKER DAN HPV

HIKMAH SUNNAH : BERSETUBUH LEWAT DUBUR PICU KANKER DAN HPV

Islam memang sangat lengkap dalam mengatur persoalan manusia, termasuk soal seks. Islam tidak menyangkal seks sebagai kebutuhan dasar manusia, bahkan mengaturnya sehingga tidak melanggar koridor yang ditetapkan Allah.

Suatu saat diceritakan Umar bin Khattab berkata pada Rasulullah SAW, “tadi malam saya memutar haluan kapal saya” (mensetubuhi istri dari belakang). Pada kepercayaan masa itu, terutama kepercayaan Yahudi, mensetubuhi istri dari belakang dapat menyebabkan anak yang dihasilkan menjadi juling. Namun Rasulullah SAW tidak berkomentar apapun hingga akhirnya turun ayat ini :

“Isteri-isteri kamu adalah ladang untuk bercocok tanam bagimu maka datangilah lahan bercocok tanammu itu dengan cara yang kau sukai” (QS Al Baqarah 223)

Kemudian Rasulullah SAW menyatakan pada Umar bahwa posisi mana saja diperbolehkan, asalkan pada kemaluannya dan tidak boleh mensetubuhi dubur istri. “Setubuhilah istrimu dari depan atau dari belakang tetapi hindarilah di dubur dan ketika sedang haid” (HR Tirmidzi dari Abu Abbas).

Bersetubuh lewat dubur, atau anal sex, dipandang oleh beberapa hadits dan para tabi’in sebagai bentuk homoseksual kecil, karena cara seks inilah yang dilakukan oleh kaum Nabi Luth. Beberapa hadits yang mengharamkan bersetubuh di dubur :

“Terkutuklah orang yang menyetubuhi istri dari duburnya” (HR Abu Dawud dan An-Nasa’I dari Abu Hurairah)

“Allah tidak (akan) memandang kepada seorang pria yang bercampur dengan pria lainnya (gay) atau (pria yang bercampur) dengan wanita pada duburnya” (HR Tirmidzi dari Abu Abbas)

Namun tahukah Anda hikmah di balik pengharaman itu?

Bahaya Kesehatan Anal Sex

Anal sex ternyata ditemukan membahayakan kesehatan oleh penelitian baru-baru ini. Salah satunya, karena rektum dalam dubur tidak memproduksi lubrikan alami seperti vagina—sehingga penis dapat berisiko besar merobek dinding rektum atau sphincter. Apabila dinding rektum robek, akan mengakibatkan peritonitis akibat bocornya bakter-bakteri fekal (kotoran) ke perut. Lebih besar bahayanya apabila suami memulai seks dari dubur kemudian ke vagina istri setelahnya—maka bakteri-bakteri fekal akan berpindah ke vagina istri.

Penelitian tahun 2004 oleh American Cancer Society juga menunjukkan bahwa wanita yang melakukan anal sex akan mengalami resiko dua kali lebih besar menderita kanker anal atau kanker dubur, kemungkinan besar karena penularan Human Papilloma Virus atau HPV. Bahkan, ada kemungkinan ia akan terkena kanker rahim apabila pasangannya memulai dari “jalan belakang” lalu pindah ke “jalan depan”, sehingga HPV masuk ke saluran serviks melalui vagina.

Sebelumnya, studi mengenai resiko anal sex diteliti tahun 1993 yang diikuti 40 pria gay reseptif (yang duburnya biasa “ditusuk” pasangannya). 14 dari 40 gay itu mengalami inkontinensi anal—tidak bisa mengendalikan pengeluaran feses karena pengurangan kepekaan saraf-saraf dubur. Anal sex memang identik dengan perilaku seks kaum gay.

Namun kini, jumlah anal sex sangat meningkat tidak hanya pada pasangan gay, namun juga pasangan heteroseksual—akibat adanya perubahan trend dalam perilaku seks. Akhirnya, kanker anal pun meningkat pada wanita dan pria—yang salah satunya dipicu oleh penularan virus HPV. Penemuan ini berasal dari dua studi terpisah oleh para peneliti dari Fred Hutchinson Cancer Research Center. Studi pertama, dilakukan Lisa G. Johnson, Ph.D dari Fred Hutchinson’s Public Health Science Division, menemukan bahwa kanker anal meningkat sangat drastis selama 30 tahun terakhir : naik 160% pada pria dan 78% pada wanita.

Penelitian kedua kemudian dilakukan epidemiologis Janet Daling, Ph.D., untuk menguak latar belakang gaya hidup dan seks di balik kenaikan jumlah kanker anal. Penelitian ini juga menguji keberadaan Human Papilloma Virus atau HPV pada darah dan jaringan tumor. HPV adalah virus yang banyak ditularkan secara seksual selain HIV. Ternyata, berbagai faktor gaya hidup terutama seks sangat mempengaruhi di antaranya : orientasi seksual (homoseks atau heteroseks), jumlah pasangan seksual, dan pengalaman anal sex.

Peneliti menemukan bahwa 88% tumor anal positif disebabkan HPV DNA, tanpa memandang jenis kelamin dan orientasi seksual penderita. Dari jumlah ini, 73% positif terhadap strain HPV-16, dan 7% positif terhadap strain HPV-18. Kedua strain HPV tersebut juga terlibat dalam pembentukan kanker rahim. Itulah mengapa, wanita yang suka melakukan anal sex juga beresiko tinggi terkena kanker rahim.

“Pada zaman sekarang, orang-orang harus mulai memikirkan perilaku seks mereka”, ujar Daling, “diduga kuat bahwa kenaikan drastis kanker anal pada pria dan wanita adalah disebabkan oleh perilaku anal sex yang makin meningkat akhir-akhir ini”

Masih Banyak yang Halal

Bagaimanapun haramnya anal sex, namun Allah telah menciptakan yang halal lebih banyak dan lebih baik dari yang haram. Believe it, yang diharamkan Allah di alam semesta ini tidak seberapa banyak daripada yang telah dihalalkanNya. Kalau Anda termasuk orang yang mengeluh kenapa anal sex diharamkan, toh 99 posisi Kama Sutra atau Tantra (yang non-anal) saja belum tentu habis buat dipraktekkan, ya nggak!

“Rasulullah bersabda ‘…dan apabila engkau mensetubuhi istrimu, maka engkau mendapat pahala’. Para sahabat bertanya, ‘wahai Rasulullah, adakah seseorang dari kami mendapatkan pahala karena melampiaskan syahwat?’. Rasulullah menjawab ‘ bukankah apabila ia meletakkan (syahwatnya) pada tempat yang haram ia akan berdosa? Demikian pula apabila ia meletakkan (syahwatnya) pada jalan yang halal ia akan mendapatkan pahala” (HR Muslim)

Sumber :

“What Are The Risks of Heterosexual Anal Sex?”. 2009. Cecil Adams. creativeloafig^com
“Changing Trends in Sexual Behavior May Explain Rising Incidence of Anal Cancer Among American Men and Women”. 2004. Fred Hutchinson’s Cancer Research Center. fhcrc^org

9 Manfaat Tidur Miring Ke Kanan

9 Manfaat Tidur Miring Ke Kanan

HENDAKNYA mendahulukan posisi tidur di atas sisi sebelah kanan (rusuk kanan sebagai tumpuan) dan berbantal dengan tangan kanan, tidak mengapa apabila setelahnya berubah posisinya di atas sisi kiri (rusuk kiri sebagai tumpuan).

Hal ini berdasarkan sabda Rasulullah: “Berbaringlah di atas rusuk sebelah kananmu.” (HR. Al-Bukhari no. 247 dan Muslim no. 2710).

Salah satu adab tidur adalah di anjurkan untuk miring ke kanan, dan di balik sunnah Nabi ini ternyata banyak sekali hikmah dan manfaat yang bisa kita ambil dari sisi kesehatan.

Berikut Manfaat Tidur Menghadap Ke Sebelah Kanan menurut Penjelasan Medis.

1. Mengistirahatkan otak sebelah kiri.

Secara anatomis, otak manusia terbagi menjadi dua bagian kanan dan kiri. Bagian kanan adalah otak yang mempersarafi organ tubuh sebelah kiri dan sebaliknya. Umumnya kita menggunakan organ tubuh bagian kanan sebagai anggota tubuh yang dominan dalam beraktifitas seperti makan, memegang dan lainnya.

Dengan tidur pada posisi sebelah kanan, maka otak bagian kiri yang mempersarafi segala aktifitas organ tubuh bagian kanan akan terhindar dari bahaya yang timbul akibat sirkulasi yang melambat saat tidur/diam.

Bahaya tersebut meliputi pengendapan bekuan darah, lemak, asam sisa oksidasi, dan peningkatan kecepatan atherosclerosis atau penyempitan pembuluh darah. Sehingga jika seseorang beresiko terkena stroke, maka yang beresiko adalah otak bagian kanan, dengan akibat kelumpuhan pada sebelah kiri (bagian yang tidak dominan).

2. Mengurangi beban jantung.

Posisi tidur kesebelah kanan yang rata, memungkinkan cairan tubuh (darah) terdistribusi merata dan terkonsentrasi di sebelah kanan (bawah). Hal ini akan menyebabkan beban aliran darah yang masuk dan keluar jantung lebih rendah. Dampak posisi ini adalah denyut jantung menjadi lebih lambat, tekanan darah juga akan menurun. Kondisi ini akan membantu kualitas tidur.

Tidur miring ke kanan membuat jantung tidak tertimpa organ lainnya. Hal ini disebabkan karena posisi jantung yang lebih condong berada di sebelah kiri. Tidur bertumpu pada sisi kiri menyebabkan curah jantung yang berlebihan, karena darah yang masuk ke atrium juga banyak yang disebabkan karena paru-paru kanan berada di atas. Sedangkan paru-paru kanan mendapatkan pasokan darah yang lebih banyak dari paru-paru kiri.

3. Mengistirahatkan lambung.

Lambung manusia berbentuk seperti tabung berbentuk koma dengan ujung katup keluaran menuju usus menghadap kearah kanan bawah. Jika seorang tidur kesebelah kiri maka proses pengeluaran chime ( makanan yang telah dicerna oleh lambung dan bercampur asam lambung ) akan sedikit terganggu, hal ini akan memperlambat proses pengosongan lambung.

Hambatan ini pada akhirnya akan meningkatkan akumulasi asam yang akan menyebabkan erosi dinding lambung. Posisi ini juga akan menyebabkan cairan usus yang bersifat basa bias masuk balik menuju lambung dengan akibat erosi dinding lambung dekat pylorus.

4. Meningkatkan pengosongan kandung empedu dan pankreas.

Adanya aliran chime yang lancar akan menyebabkan keluaran cairan empedu juga meningkat, hal ini akan mencegah pembentukan batu kandung empedu. Keluaran getah pancreas juga akan meningkat dengan posisi mirin ke kanan.

5. Meningkatkan waktu penyerapan zat gizi.

Saat tidur pergerakan usus menigkat. Dengan posisi sebelah kanan, maka perjalanan makan yang telah tercerna dan siap di serap akan menjadi lebih lama, hal ini disebabkan posisi usus halus hingga usus besar ada dibawah. Waktu yang lamam selamat tidur memungkinkan penyerapan bias optimal.

6. Merangsang buang air besar (BAB).

Dengan tidur miring ke sebelah kanan, proses pengisian usus besar sigmoid (sebelum anus) akan lebih cepat penuh. Jika sudah penuh, akan merangsang gerak usus besar diikuti relaksasi dari otot anus sehingga mudah buang air besar.

7. Mengisitirahatkan kaki kiri.

Pada orang dengan pergerakan kanan, secara ergonomis guna menyeimbangkan posisi saat beraktifitas cenderung menggunakan kaki kiri sebagai pusat pembebanan. Sehingga kaki kiri biasanya cenderung lebih merasa pegal dari kanan, apalagi kaki menempati posisi paling bawah. Dan aliran darah di kaki untuk kembali cenderung lebih lambat. Jika tidur miring kanan, maka pengosongan vena kaki kiri akan lebih cepat sehingga rasa pegal lebih cepat hilang

8. Menjaga kesehatan paru-paru.

Paru-paru kiri lebih kecil dibandingkan dengan paru-paru kanan. Jika tidur miring ke sebelah kanan, jantung akan condong ke sebelah kanan. Hal ini tidak menjadi masalah karena paru-paru kanan lebih besar. Lain halnya jika bertumpu pada sebelah kiri, jantung akan menekan paru-paru kiri yang berukuran kecil, tentu ini sangat tidak baik

9. Menjaga saluran pernafasan.

Tidur miring mencegah jatuhnya lidah ke pangkal yang dapat mengganggu saluran pernafasan. Tidur dengan posisi telentang, mengakibatkan saluran pernafasan terhalang oleh lidah. Yang juga mengakibatkan seseorang mendengkur. Orang yang mendengkur saat tidur menyebabkan tubuh kekurangan oksigen. Bahkan terkadang dapat mengakibatkan terhentinya nafas untuk beberapa detik yang akan membangunkannya dari tidur. Orang tersebut biasanya akan bangun dengan keadaan pusing karena kurangnya oksigen yang masuk ke otak. Tentunya ini sangat mengganggu kualitas tidur.

Sungguh sangat sombong manusia, apabila manusia tidak mentaati tuhannya yang maha hidup lagi terus menerus dan tidak tertimpa rasa kantuk dan juga tidur. Sedangkan manusia hanyalah mahluk lemah yang apabila satu kegiatan ditinggalkan (seperti tidur yang kelihatannya sepele), ternyata dapat mengakibatkan dampak buruk bagi manusia itu sendiri sampai berujung kepada kematian.

Minggu, 27 Mei 2012

Populasi lansia

POPULASI LANSIA

Gerontologi adalah ilmu yang mempelajari segala aspek yang berhubungan dengan masalah lanjut usia atau dapat diartikan pula sebagai suatu pendekatan ilmiah dari berbagai aspek. proses penuaan ditinjau dari segi kesehatan, sosial,ekonomi, perilaku hukum lingkungan dll.
Seharusnya bahwa tujuan hidup manusia adalah menjadi tua tetapi tetap sehat (healthy aging). Tujuan Geriatri atau Gerontologiadalah mewujudkan healthy aging tersebut dengan jalan melaksakan P4 dibidang kesehatan, yaitu:
  1. Peningkatan mutu kesehatan ( promotion )
  2. Pencegahan penyakit ( Prevention )
  3. Pengobatan penyakit ( Curing )
  4. pemulihan kesehatan ( rehabilitation )
 Dilihat dari data bahwa indonesia mengalami peningkatan populasi penduduk lansia yang amat pesat dari 4,48 % pada tahun 1971 (5,3 juta jiwa) menjadi 9,77 % pada tahun 2010 (23,9 juta jiwa) bahkan pada tahun 2020 diperkirakan akan terjadi ledakan jumlah penduduk lansia sebesar 11,34 %  atau sebesar 28,8 juta jiwa.
Fenomena terjadinya peningkatan jumlah penduduk lansia disebabkan oleh penurunan angka fertilitas penduduk, perbaikan status kesehatan dan status transisi epidemiologi, dan peningkatan usia harapan hidup (UHH), serta perubahan gaya hidup.
peningkatan jumlah lansia mempengaruhi aspek kehidupan mereka, antara lain perubahan-perubahan fisik, biologis, psikologis, sosial dengan muncul penyakit degeneratif akibat proses penuaan tersebut.
fatimah (2010) Gizi usia lanjut. Erlangga. jakarta