Selasa, 20 Maret 2012

KELEBIHAN DAN KEKURANGAN DALAM PANDANGAN PSIKOLOGI TENTANG BELAJAR


BELAJAR DAN PEMBELAJARAN

KELEBIHAN DAN KEKURANGAN  DALAM PANDANGAN PSIKOLOGI TENTANG BELAJAR







Disusun oleh:
Rian Ariansyah
Saefful alan

Semester IIIc


Program Studi Pendidikan Biologi
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Universitas Wiralodra
INDRAMAYU
2010



KATA PENGANTAR

 Penyusunan makalah ini dibust untuk mengkaji kelemahan dan kelebihan tentang pandangan belajar menurut psikologi.Dalam proses belajar dan pembelajaran ada beberapa macam pandangan yaitu: psikologi behaviour, psikologi humanistik, psikologi kognitif, dan psikologi gestal. Pandangan tersebut dapat mempengaruhi dalam kegiatan belajar.
Secara umum makalah ini akan membahas definisi dari ke empat pandangan tersebut dengan menjelaskan tentang kelebihan dan kekurangannya.
Pada kesempatan ini juga kami menggucapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah membantu tersususunnya makalah ini.serta kami sadar bahwa dalam penyususan makalah ini hasilnya jauhlah dari sempurna.oleh karena itu kami mengharapkan kritik dan saran sangat kami harapkan untuki untuk masukan makalah ini agar lebih baik.
Sekiranya makalah ini dapat digunakan sebagaimana mestinya



Indramayu,    21 Oktober 2011
                                                                        

                                                                                    Penyusun

i
BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang Masalah
Kegiatan pembelajaran di sekolah adalah kegiatan pendidikan pada umumnya, yang menjadikan siswa menuju keadaan yang lebih baik. Pendidikan dalam hal ini sekolah tidak dapat lepas dari peran guru sebagai fasilitator dalam penyampaian materi.
Menurut UNESCO: “learning to know, learning to do, learning to be, and learning to live together “ siswa bukan hanya duduk diam dan mendengarkan. Siswa harus diberdayakan agar siswa mau serta mampu berbuat untuk memperkaya pengelaman belajar (learning to do ).dilihat dari sini kita dapat melihat bahwa kajian dan pandangan ini sangat berpengaruh besar dalam proses belajar dan mengajar.
B.     Tujuan
Dengan melihat 4 pandangan psikologis tentang belajar yaitu bertujuan:
  1. Mampu mengaplikasikan pandangan tersebut kedalam proses belajar mengajar.
  2. Mampu mengambil manfaat dari berbagai pandangan tersebut.
  3. Belajar secara efektif
C.    Permasalahan
Dari ke empat pandangan tersebut memiliki keunggulandan kelemahan yang patut di pahami antara lain adalah:
     Seberapa efektif pandangan tersebut?
     Apa sajakah ciri dari pandangan-pandangan tersebut?
     Apa tujuan dari pandangan?
     Apa sajakah kelemahan dan kelebihan dari pandangan psikologis tersebut?
ii
BAB II
PEMBAHASAN

A.    Pengertian belajar
Pengertian secara populer atau umum, bahwa belajar adalah mengumpulkan sejumlah pengetahuan. Pengertian belajar demikian secara konseptual tampaknya sudah mulai ditinggalkan orang meskipun dalam prakteknya masih banyak yang menganutnya halini disebabkan berkembang pesatnya teknologi informasi. Guru tidak lagi dipandang satu-satunya sumber informasi yang memberikan informasi apa saja kepada para pembelajan.
B.           Ciri-Ciri Belajar
Dari beberapa definisi para ahli di atas, dapat disimpulkan adanya beberapa ciri belajar yaitu :
a. Belajar ditandai dengan adanya perubahan tingkah laku (change Behavior). Ini berarti, bahwa hasil dari belajar hanya dapat diamati dari tingkah laku, yaitu adanya perubahan tingkah laku, dari tidak tahu menjadi  tahu, dari tidak terampil menjadi terampil. Tanpa mengamati tingkah laku hasil belajar, kita tidak akan dapat mengetahui ada tidak adanya hasil belajar;
b. Perubahan perilaku relative permanent. Ini berarti, bahwa perubahan tingkah laku yang terjadi karena belajar untuk waktu tertentu akan tetap atau tidak berubah-ubah. Tetapi, perubahan tingkah laku tersebut tidak akan terpancang seumur hidup;
c. Perubahan tingkah laku tidak harus segera dapat diamati pada saat proses belajar sedang berlangsung, perubahan perilaku tersebut bersifat potensial;
1
 d. Perubahan tingkah laku merupakan hasil latihan atau pengalaman;
e. Pengalaman atau latihan itu dapat memberi penguatan. Sesuatu yang memperkuat itu akan memberikan semangat atau dorongan untuk mengubah tingkah laku.
C.       Menurut psikologi tentang belajar
Para penulis buku psikologi belajar, umumnya mendefinisikan belajar sebagai suatu perubahan tingkah laku dalam diri seseorang yang relatif menetap sebagai hasil dari sebuah pengalaman. Dalam pandangan psikologi ada 4 pandangan mengenai belajar yaitu:
  • Psikologi behavioristik menurut pandangan ini bahwa belajar dilaksanakan dengan kontrol instrumen dari lingkungan.
  • Psikologi humanistik. Menurut pandangan humanistik adalah antitesa dari behavioristik. Dalam pandangan demikian, bahwa belajar dapat dilakukan sendiri oleh siswa tanpa banyk campur tangan dari guru.
  • Pandangan kognitif. Menurut pandangan ini adalah merupakan konvergensi dari kedua pandangan tersebut diatas. Menurut pandangan demikian belajar merupakan perpaduan dari usaha pribadi dengan kontrol instrumen yang berasal dari lingkungan.






2
Glickman (1981) menskemakan orientasi pandangan belajar sebagai berikut:
PANDANGAN TENTANG BELAJAR
TANGGUNG JAWAB SISWA
TINGGI
SEDANG
RENDAH
TANGGUNG JAWAB GURU
RENDAH
SEDANG
TINGGI
PANDANGAN PSIKOLOGI BELAJAR
HUMANIS
KOGNITIF
BEHAVIOR
METODE BELAJAR
MENEMUKAN SENDIRI
EKSPERIMEN
KONDISIONING
(sumber Glickman, C.D 1981. Development Supervision, Alexandria: ASCD Hal.4)

  • Pandangan psikologi gestal. Menurut Gestal bahwa belajar adalah usaha yang bersifat totalita dari individu, oleh karena totalitas lebih bermakna dibanding sebagian- sebagian.

D.           KELEBIHAN DAN KEKURANGAN DARI KE-4 PANDANGAN PSIKOLOGI

a.      Kelebihan
o   Pandangan behavioristik
Tanggungjawab guru sangat tinggi sehingga menjadi kontrol siswa dalam melakukan kegiatan belajar.
o   Pandangan Humanistik
Tanggung jawab siswa sangat tinggi sehingga mengakibatkan siswa lebih mandiri.

3
b.      Kelemahan
o   Pandangan behavioristik
Sangat rendahnya tanggung jawab siswa dalam melakukan proses belajar.
o   Pandangan Humanistik
Sangat rendahnya tanggung jawab guru dalam melakukan proses belajar. Sehingga siswa tidak maksimal dalam melakukan proses belajar.
Pandangan lain seperti kognitif.  Dimaksudkan bahwa tanggung jawab dari guru dan siswa cukup terpenuhi karena perpaduan antara pandangan behavior dan humanis. Dan cukup adanya sinergi dalam proses belajar.
Sedangkan psikologi gestal tidak tepengarhi oleh pandangan ketiganya melainkan pandangan ini cocok untuk peserta didik yang mandiri dan memiliki tangung jawab  sendiri dalam menatur kegiatan belajarnya sendiri.

















4

BAB III
PENUTUP
A. KESIMPULAN
            Dari pembahasan di atas bahwa pandangan- pandangan tersebut masih dapat kita jumpai dalam proses belajar. Kita dapat memilah pandangan psikologis mana yang paling cocok untuk kita.
B. SARAN
            Dari pembelajaran pandangan psikologi tentang belajar dapat disarankan bahwa dari kelemahan dan kelebihanya siswa diharapkan mampu untuk :
     Belajar mengemukakan pendapat atau berbicara
     Mengasah siswa untuk mencari ide ide
     Mampu bersinergi antara siswa dan murid dalam melaksanakan proses belajar.
     Belajar mandiri.











5
DAFTAR PUSTAKA

Djamarah, Syaiful Bahri. 2002. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: Rinneka Cipta
Internet
Nasution, S. 1982. Berbagai Pendekatan dalam Proses Belajar dan Mengajar. Jakarta: Bina Aksara
Staton, Thomas F. 1978. Cara Mengajar dengan Hasil yang Baik: Metode-metode Mengajar Modern dalam Pendidikan Orang Dewasa. Bandung: Penerbit cv. Diponegoro
Surakhmad, Winarno.1980. Pengantar Interaksi Mengajar- Belajar: Dasar dan Teknik Metodologi Pengajaran. Bandung: Penerbit Tarsito












6

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar